Tanggal 17 September 2015 pukul 5:00 WIB
Gw berdiri di depan gedung Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Selatan. Lalu segera lari2 kecil untuk meletakkan berkas2 pembuatan paspor di lantai untuk menandai antrian. Lumayanlah kira2 bakal dapat nomor antrian 9 kalo dihitung dari berkas2 yg sudah mejeng manis sebelum gw. Hari ini rela keluar rumah subuh2 demi mengurus paspor gw yg hilang. Semoga lancar..
Tanggal 16 September 2015
Udah hilang harapan paspor bakal ketemu, udah bongkar semua tempat penampungan barang dari kemaren tapi paspor ga ketemu juga. Bisa2nya gw baru inget paspor pas mau booking slot wawancara di kedutaan. Rasanya sesek luar biasa. Emang sih baru pindahan rumah,tapi barang2 remeh aja ga hilang masa ini identitas pribadi, barang pokok kok ya bisa hilang.
Akhirnya mulai googling persyaratan paspor hilang. Sama seperti buat baru,pengurusan paspor hilang wajib membawa ktp, kk, ijazah atau akte lahir. Selain itu wajib juga membawa surat keterangan hilang dari kepolisian.
Setelah menyiapkan berkas2,gw kepikiran ngajak teman gw yg paspornya sudah expired. Lumayan kan kalo ngurus paspor ada temannya,sambil menyelam minum jus rumput laut. Tapi akhir pembicaraan bukan tentang dia ikut atau ga urus paspor,melainkan ada permasalahan baru bagi gw. Karena teman gw bilang beberapa bulan kemarin sodaranya datang ke Kanim Jakarta Selatan jam 3 pagi buta untuk dapat nomor antrian. Sebagai pribadi yang dermawan,yg suka membiarkan rejekinya dipatok ayam, bisa ada di suatu tempat jam 3 pagi itu kerja keras broh!
Gw langsung googling dengan keyword antri imigrasi jakarta selatan. Dan dari beberapa yang gw baca, memang ada yg datang jam 4:15, ada pula yg datang jam 6:30 sudah dapat nomor antrian 100 sekian. Hih. Akhirnya minta anter pacar dan diputuskanlah kita datang jam 4 saja.
Tanggal 17 September 2015 pukul 4:00
Udah sampe depan Kanim Jaksel, dan terbengong2 karena ga ada terlihat orang antri. Coba masuk dan tanya petugas yg ada,mereka bilang antrian dibuka jam 5:00. Dan karena sekarang sedang ada tangkapan orang asing,jadi dengan sopan kami diminta pergi. Lalu pacar terpikir pulang mengambil dokumen2 untuk membuat paspor. Akhirnya mengisi waktu ambil dokumen2 dan sarapan di sevel dekat Kanim Jaksel.
Jam 5:05 duduk2 di bangku parkiran motor. Bingung mau ngapain, jadi aja nanya2in petugas yg ada. Lalu nanya cara mengurus paspor hilang, dan petugas menginformasikan bahwa jika paspor hilang sebelumnya melapor kepada petugas pembuat BAP. TIDAK PERLU ANTRI SUBUH2 DATANG SAJA JAM 8. Syedih ga sih,sis?? Jadinya aktivitas subuh ini adalah menemani pacar antri buat paspor. Mengambil kembali berkas di lantai dan tidur di bangku taman sambil menunggu sunrise.
Jam 7:00 petugas memanggil orang2 yg datang untuk menempati posisi yg sudah ditandai berkas masing2. Diberi sedikit informasi mengenai cara membuat paspor lalu dibagikan nomor antrian sesuai urutan barisan. Dan mereka diminta naik ke lantai dua.
Terdapat 3 jenis antrian, pertama dan paling panjang adalah antrian walk in dengan kuota 100 orang per hari, kedua adalah antrian online atau yg sudah memberi data dan berkas secara online, ketiga antrian lansia dan difabel dengan kuota 30 orang per hari. Gw tentu saja tidak masuk antrian. Dan tidak diperbolehkan masuk sampai jam 8.
Jam 7:30 pacar menghubungi karena lupa bawa pulpen untuk isi data. Saat mau minta ijin petugas untuk ke lantai dua mengantar pulpen, ada ibu2 yg duluan bertanya pada petugas. Ibu ini juga kehilangan paspor, lalu petugas yg lain ini meminta ditunjukkan berkas2 termasuk surat keterangan hilang. Dan ibu ini disuruh naik ke lantai 2. Gw kesyel braay tapi disabar2in. Akhirnya bilang ke petugas bahwa gw juga kehilangan paspor. Dan diminta menunjukkan berkas2 juga lalu diperbolehkan naik ke lantai 2. Sampai di atas minta nomor antrian dan dapat nomor 2. Dunia terkadang memang tidak adil, bisa2nya yg datang jam 7:30 dapat nomor antrian pertama dan yg datang dari jam 4 dapat nomor antrian kedua. Piluuu.. Pilu sepilu2nyaaa..
Saat diberi nomor antrian,kita mendapat satu map berisi formulir data diri yg harus diisi. Jadi semua orang sibuk mengisi data, sementara itu ada pegawai Kanim yg cuap2 di depan memberi informasi mengenai pembuatan paspor, cara mengisi formulir, dan lain2. Dijelaskan juga bahwa para pembuat paspor tidak perlu datang sebelum jam 5 subuh, karena pihak Kanim tidak mau memberi pandangan pada masyarakat bahwa membuat paspor itu susah. Good job Pak.
Jam 8 panggilan antrian dimulai. Dari 10 loket yg tersedia, hanya 1 loket yg mulai memanggil antrian umum, sisanya memanggil antrian lansia/difabel. Mungkin menghabiskan antrian lansia/difabel dulu. Jd kalo gw dapet antrian nomor 4 sama kaya antrian nomor 34. Yah begitulah..
Untuk mengurus pembuatan BAP berada di loket 11 dan 12. Untungnya antrian no 1 dipanggil sampe 10 kali ga datang2, jadi aja akhirnya gw yg dipanggil.
Setelah sampe di loket 11, ditanya mau bikin BAP untuk apa, diminta berkas2nya dan diminta pula fotokopi paspornya. Pas gw bilang ga ada, petugas menyarankan supaya urusnya di Jakarta Pusat, tempat asal gw buat paspor. Langsung cek hp,ternyata pernah fotoin paspor yg bagian data diri. Lalu keluar dulu untuk ngeprint gambar paspor gw itu. Selesai ngeprint,balik lagi ke loket 11.
Tiba di loket 11, foto paspor di cek petugas eh dia kaya menghela napas gitu. Dia bilang ribet kalo paspornya masih berlaku. Petugas itu langsung nanya ke gw tau ga undang2 no sekian2 (kesadaran gw langsung hilang kalo bahas undang2) mengenai paspor bahwa kalo paspor hilang ada sanksinya. Gw jawab gatau. Iya lho serius gw ga ngeh kalo paspor sepenting itu. *ditoyorsatukanim*.
Sang petugas pun menceritakan bahwa ada case seseorang yg paspornya hilang ketika sedang berlibur, masa berlakunya juga sama seperti gw, sampai tahun 2017, dia mendapat sanksi paspor ditangguhkan setahun. Alias ga bisa bikin paspor selama setahun. Berasa kena petir ga tuh..
Akhirnya sang petugas memberi opsi untuk mengurus paspor hilang ini di Jakarta Pusat, sebagai kanim asal pembuatan paspor gw, supaya diberi keringanan, atau langsung buat BAP di kanim Jaksel pada saat itu juga.
Akhirnya dengan perasaan ngeri2 sedep, gw lanjutkan proses pembuatan BAP di sana. Dan diminta kembali 3 hari kerja ke depan. Pulang lemas..
Pesan moral dari cerita panjang dan berbelit-belit gw ini yaitu, bahwasanya JAGALAH PASPORMU DENGAN SEGENAP HATIMU DAN DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU.. Karena jika hilang, sanksinya berupa penangguhan minimal 6 bulan. Sekian dan terima kasih.